Keindahan Alam Semesta: Terciptanya Pelangi

Sumber foto: shutterstock.com  

Alam semesta ini merupakan wujud keindahan yang luar biasa. Kita dapat melihat berbagai macam fenomena mengagumkan yang ada di alam. Sebut saja adanya aurora, gemerlapnya gemintang, dan pelangi yang membuat kita terpesona. Pernahkah anda memperhatikan pelangi dengan saksama? Bagaimanakah proses terjadinya pelangi itu?
Pelangi atau bianglala pada dasarnya merupakan gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna yang sejajar dan melengkung di langit maupun medium lainnya. Pelangi tercipta karena adanya pembiasan cahaya matahari. Pelangi dapat muncul di langit ketika adanya hujan dan cahaya matahari di waktu yang bersamaan.

Sumber gambar: shutterstock.com

Pada waktu matahari melewati butiran air maka dia akan membias menjadi spektrum berbagai warna. Di dalam tetesan air, kita bisa mendapatkan warna berbeda-beda berderet dari satu sisi tetasan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya.

Sumber gambar: pixabay.com

Apa sajakah warna itu? Anda tentu sudah tidak asing lagi. Banyak orang menyebutnya sebagai ‘mejikuhibiniu’ yang merupakan akronim dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Spektrum warna pelangi tersebut dikenal sebanyak tujuh warna yang merupakan warna matahari yang sanggup diserap oleh mata manusia. Tiap warna dibelokkan pada sudut yang berbeda, dengan warna merah yang menjadi warna paling terakhir dibengkokkan, serta warna ungu menjadi warna pertama. Lalu warna-warna tersebut memantul di belakang tetes hujan dan membentuk sebuah lengkungan yang menyerupai busur. Tampak demikian karena terbatasnya penglihatan manusia.
Terjadinya pelangi ini karena adanya cahaya matahari yang dinamakan polikromatik. Warna cahaya yang dapat ditangkap mata manusia itu terbatas. Cahaya yang tampak tersebut merupakan gelombang elektromagnetik yang terjadi akibat adanya medan magnet dan medan listrik. Cahaya tampak memiliki panjang yang berbeda-beda, mulai dari 4000 A hingga 7000 A. Kenampakan cahaya memiliki frekuensi 4,3 x 1014 Hz. Dari penjelasan tersebut, dapat kita dipahami bahwa cahaya matahari dan kondisi atmosfer berperan penting dalam proses terjadinya pelangi.

Leave a Comment

Kantor Pusat

PT. JEPE PRESS MEDIA UTAMA
Alamat: Jl. Karah Agung 45, Surabaya
Telepon: 031-8289999 (ext: 303)
Fax: 031-8281004
Jam kerja 08.00 – 17.00